Rabu, 09 Maret 2016

Laporan Praktikum Bahan Pakan Ternak



LAPORAN PRAKTIKUM FORMULASI PAKAN
UJI ORGANOLEPTIK BAHAN PAKAN









Disusun oleh:
NUR HABIBAH
NIM C31132228








PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK
JURUSAN PETERNAKAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2016



1.      TINJAUAN PUSTAKA

1.1     BAHAN PAKAN
Bahan pakan adalah segalah sesuatu yang dapat diberikan kepada ternak baik yang berupa bahan organik maupun anorganik yang sebagian atau semuanya dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak tersebut.
Bahan pakan terdiri dari bahan organik dan anorganik. Bahan organik yang terkandung dalam bahan pakan, protein, lemak, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen, sedang bahan anorganik seperti calsium, phospor, magnesium, kalium, natrium. Kandungan bahan organik ini dapat diketahui dengan melakukan analisis proximat dan analisis terhadap vitamin dan mineral untuk masing masing komponen vitamin dan mineral yang terkandung didalam bahan yang dilakukan di laboratorium dengan teknik dan alat yang spesifik. (Anonim a, 2009).
Menurut (Anonim a 2008) bahan dibagi menjadi dua bagian yaitu bahan pakan konvensional dan bahan pakan subtitusi
Bahan pakan konvensional adalah bahan baku yang sering digunakan dalam pakan yang biasanya mempunyai kandungan nutrisi yang cukup (misalnya Protein) dan disukai ternak. Bahan pakan konvensional merupakan bahan makro , serta jagung, bungkil kedelai,gandung,tepung ikan dan bahan lainnya.
Bahan baku yang berasal dari bahan yang belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan dari hasil ikutan industri agro atau peternakan dan perikana. pakan dari kandungan nutrisinya masih memadai untuk diolah menjadi pakan. Bahan pakan ini biasanya berasal dari ikutan industri agro atau peternakan dan perikanan.

1.2     UJI ORGANOLEPTIK
                Adapun uji yang digunakan adalah  uji Organoleptik, yang merupakan pengujian terhadap bahan makanan berdasarkan kesukaan dan kemauan untuk mempegunakan suatu produk. Uji Organoleptik atau uji indera atau uji sensori sendiri merupakan cara pengujian dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk. Pengujian organoleptik mempunyai peranan penting dalam penerapan mutu. Pengujian organoleptik dapat memberikan indikasi kebusukan, kemunduran mutu dan kerusakan lainnya dari produk.
Adapun syarat-syarat yang harus ada dalam uji organoleptik adalah adanya contoh (sampel), adanya panelis, dan pernyataan respon yang jujur. Dalam penilaian bahan pangan sifat yang menentukan diterima atau tidak suatu produk adalah sifat indrawinya.Penilaian indrawi ini ada enam tahap yaitu pertama menerima bahan, mengenali bahan, mengadakan klarifikasi sifat-sifat bahan, mengingat kembali bahan yang telah diamati, dan menguraikan kembali sifat indrawi produk tersebut.
Dalam Uji organoleptik harus dilakukan dengan cermat karena memiliki kelebihan dan kelemahan. Uji organoleptik memiliki relevansi yang tinggi dengan mutu produk karena berhubungan langsung dengan selera konsumen.Selain itu, metode ini cukup mudah dan cepat untuk dilakukan, hasil pengukuran dan pengamatannya juga cepat diperoleh.Dengan demikian, uji organoleptik dapat membantu analisis usaha untuk meningkatkan produksi atau pemasarannya. Uji organoleptik juga memiliki kelemahan dan keterbatasan akibat beberapa sifat indrawi tidak dapat dideskripsikan.Manusia merupakan panelis yang terkadang dapat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental, sehingga panelis dapat menjadi jenuh dan menurun kepekaannya.Selain itu dapat terjadi pula salah komunikasi antara manajer dan panelis.
Pengujian organoleptik meliputi :
1.                   Warna
2.                   Tekstur
3.                   bau










2.      HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1  Beberapa bahan pakan ternak
Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternak dalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman bijibijian / jenis kacang-kacangan (Anonim, 2009).

Hasil pengamatan organoleptik terhadap beberapa jenis bahan pakan yang menjadi sumber energi :
No.
Organoleptik

Bahan pakan
Warna
Tekstur
Bau
1.
Kopra
Coklat tua
Kasar
Berbau tengik
2.
Dedak padi
Coklat
Kasar
Berbau apek
3.
Pollard
Coklat muda
Kasar
Khas polard
4.
Bekatul
Cream
Halus
Khas bekatul
5.
Menir
Putih pucat
Butiran kasar
Apek
6.
Jagung 
orange
Butiran kasar
Khas jagung
7. 
Bungkil kedelai
Coklat muda
Kasar
Tengik
8.
Tebon jagung
Hijau kekuningan 
kasar
Khas jagung
9.
Lamtoro
Hijau tua
Halus
Khas petai
10.
Glirisida
Hijau
Halus
Pahit menyengat
11.
Rumput gajah
Hijau
Kasar
Khas rumput gajah




a.       Bungkil kelapa/ kopra
Bungkikelapa dihasilkan dari limbah pembuatan minyak kelapa. Bungkil kelapa dapat digunakan sebagai salah satu penyusun ransum pakan ternak karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi mencapai 21,5 % dan energi metabolis 1540 - 1745 Kkal/Kg. Tetapi bungkil kelapa memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi mencapai 15%, sehingga mudah rusak terkontaminasi jamur dan tengik. Oleh karena itu penggunaan bungkil kelapa dianjurkan tidak melebihi 20% sebagai penyusun ransum. Bungkil kelapa memiliki warna coklat, coklat tua, dan coklat muda.
Berikut adalah kandungan nutrisi dari kopra :
No.
Jenis bahan
BK%
PK%
LK%
SK%
TDN%
1.       
Bungkil kopra
90.557
27.597
11.216
6.853
75.333

b.      Dedak padi
Dedak padi merupakan bagian kulit ari beras pada waktu dilakukan proses pemutihan beras. Dedak padi digunakan sebagai pakan ternak, karena mempunyai kandungan gizi yang tinggi, harganya relatif murah, mudah diperoleh, dan penggunaannya tidak bersaing dengan manusia. Menurut (Schalbroeck, 2001), Dedak padi merupakan bahan pakan yang telah digunakan secara luas oleh sebagian peternak di Indonesia.

        Kandungan nutrisi dalam dedak padi :
No.
Jenis bahan
BK%
PK%
LK%
SK%
TDN%
1.       
dedak padi
91,267
9,960
2,320
18,513
55,521


c.       Dedak  gandum/pollard
Pollard merupakan limbah dari penggilingan gandm menjadi terigu. Angka konversi pollard dari bahan baku sekitar 25-26%. Pollard merupakan pakan yang popular dan penting pada pakan ternak karena palatabilitasnya cukup tinggi.
Pollard tidak mempunyai antinutrisi, tetapi penggunaan pollardperlu dibatasi mengingat adanya sifat pencahar yang ada pada pollard. Karena adanya sifat pencahar tersebut, maka pollard akan bernilai sangat baik apabila diberikan ada ternak-ternak dara.
Pollard merupakan salah satu pakan ternak yang popular dan nilai produksi yang dihasilkan nampaknya lebih besar daripada yang diperkirakan dari kandungan protein dan kecernaan nilai zat makanannya. Pemberian pollard biasanya dicampur dengan butiran dan dengan pakan yang kaya akan protein seperti bungkil-bungkilan. Pollard mempunyai nilai yang tinggi ketika dipakai lebih dari seperempat bagian konsentrat.
 Berikut kandungan nutrisi pada dedak gandum/pollard
No.
Jenis bahan
BK%
PK%
LK%
SK%
TDN%
1.       
Polard
89,567
16,412
4,007
5,862
74,828

d.      Bekatul
Bekatul adalah lapisan kulit ari dari butir padi, lapisan yang menyelimuti endosperma banyak orang yang mengenalnya dengan sebutan dedak. Selama ini Bekatul selalu diabaikan, setelah menggiling padi Bekatul akan dibuang atau dijadikan makanan ternak.
Bekatul bisa berasal dari kulit beras, jagung, gandum, dan barley. Teksturnya kasar dan seperti bersisik saat masih menempel di kulit beras. Meskipun Bekatul juga dimakan oleh hewan ternak, juga punya manfaat yang besar untuk kesehatan. Kandungan seratnya yang tinggi dapat menjaga kesehatan pencernaan.

 Kandungan nutrisi yg terdapat didalam bekatul :
Bekatul Beras mengandung energi sebesar 275 kilokalori, protein 12,6 gram, karbohidrat 54,6 gram, lemak 14,8 gram, kalsium 32 miligram, fosfor 2000 miligram, dan zat besi 14 miligram.  Selain itu di dalam Bekatul Beras juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,82 miligram dan vitamin C 0 miligram.  Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Bekatul Beras, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
e.      Menir
Beras menir adalah patahan atau pecahan beras dari hasil gilingan padi. Biasanya menir neras digunakan untuk bahan baku bubur, lontong, ketupat, tepung beras, makanan bebek, dsb. Karena harganya lebih efisien dibandingkan beras utuh
ABU 1,97%; BETN 62,38
 
Kandungan nutrisi menir :
BK 88,95%;
PK 9,12%;
 SK 1,57%;
 Lemak 24,96%
f.       Jagung
Jagung merupakan tanaman semusim dengan siklus hidup 80-150 hari. Pada umumnya tinggi tanaman jagung mencapai 1-3m bahkan ada yang mencapai 6m. jagung meerupakan energi utama bagi ternak karena kandungan pati jagung lebih dari 60-80% dan mudah dicerna karena  kandungan serat kasar relatif rendah. Pati jagung berbentuk amilosa amilopektin. Jagung mengandung xantofil yang berguna untuk meningkatkan kepekatan warna kuning pada kaki ayam dan kuning telur. Kandungan lemak jagung lebih tinggi 3% disbanding sorgum, gandum, gaplek dan beras. Protein pada jagung hanya 8,5%.
Kandungan gizi dalam 100 gr jagung adalah sebagai berikut :
–         Kalori                     : 355 kal                       
–         Protein                   : 9,2 gr
–         Lemak                    : 3.9 gr
–         Karbohidrat            : 73,7 gr
–         Kalsium                  : 10 mg
–         Posfor                    : 256 mg
–         Besi                        : 2,4 mg
–         Vitamin A               : 510 SI
–         Vitamin B1             : 0,38 mg
–         Air                         : 12 gr


g.       Bungkil kedelai
Bungkil kedelai merupakan hasil ikutan atau bahan yang tersisa setelah kedelai diolah dan diambil minyaknya. Bungkil kedelai merupakan surnber protein yang baik bagi ternak. Kandungan nutrisi bungkil kedelai sekitar :
NO.
Jenis bahan
BK%
PK%
LK%
SK%
TD%
1.
Bungkil kedelai
89,413
52,075
1,011
25,528
40,265

yang merupakan salah satunya adalah sumber protein yang amat bagus sebab keseimbangan asam amino yang terkandung didalamnya cukup lengkap dan tinggi. Asam amino yang tidak terkandung dalam protein bungki kedelai adalah metionin dan sistein, yaitu asam amino yang biasanya ditambahkan pada pakan campuran jagung-kedelai. Tetapi bungkil kedelai memiliki kandungan lisin dan triptofan yang tinggi sehingga dapat melengkapi defisiensi pada protein jagung dan memberikan kebutuhan asam amino esensial bagi tenak.
h.      Tebon jagung (zea mays)
Tebon jagung adalah seluruh tanaman jagung termasuk batang, daun dan buah jagung muda yang umumnya dipanen pada umur tanaman 45  – 65 hari. Ada juga yang menyebut tebon jagung tanpa memasukkan jagung muda ke dalamnya. Biasanya petani jagung seperti ini bekerja sama dengan peternak besar, petani hanya menanam jagung sebagai hijauan dan pada umur tertentu (masih dalam tahap baru berbuah atau tahap buah muda) seluruh tanaman jagung dipangkas dan dicacah untuk diberikan langsung ke ternak dan atau dimasukkan ke dalam tempat tertutup untuk dibuat silase (Soeharsono dan Sudaryanto, 2006). Perlu diketahui terlebih dahulu kandungan apa saja yang terdapat pada pakan yang biasa dipakai oleh peternak rakyat. Berikut ini adalah  kandungan yang terdapat dalam tebon jagung :

No.
Jenis bahan
BK %
PK %
LK %
SK %
TDN %

Tebon jagung 56-70
92,2
9,9
1,9
29,6
54,3

Tebon jagung 99-112
91,3
9,2
2,3
25,7
49,6
3.       
Tebon jagung 34-56
91,1
10,7
2,1
30,5
59
BK= Berat Kering
PK= Protein Kasar
SK=Serat Kasar
LK=Lemak Kasar
TDN=total digestible nutrients(Kecernaan nutrisi bahan total)
i.        Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Leucaena leucocephala atau lamtoro merupakan leguminosa yang berasal dari Amerika tengah, Amerika selatan dan Kepulauan Pasifik. Lamtoro dapat tumbuh pada daerah dataran rendah sampai dengan 500 m di atas permukaan air laut dengan curah hujan lebih dari 760 mm/th (Soedomo, 1985). Lamtoro merupakan jenis daun mejemuk menyirip genap ganda dua dengan sempurna, dikatakan menyirip karena tata letak anak tangkai daunnya menyirip sedangkan dikatakan ganda dua karena anak daunnya duduk pada cabang tingkat satu dari ibu tangkai dan dikatakan genap karena anak daun duduknya berpasangan dengan anak daun yang lain.
Kandungan nutrisi lamtoro :
prtotein kasar (PK) : 38,58%, bahan kering (BK) : 29,66%, lemak: 3,50%, serat kasar (SK) : 11,96%, BETN: 46,01%, Abu: 7,79%, Mineral:7,98%,EM:19,67kkal.
Siregar (1996) menyatakan bahwa, hijauan lamtoro memiliki kandungan zat gizi seperti PK: 24,2%, BK: 24,8%, lemak: 3,7%, SK: 21,5%, dan BETN: 43,1%. Sedangkan Polo (1985) menyatakan bahwa toleransia berbagai jenis ternak terhadap lamtoro adalah berkisar antara 40-60%. Lamtoro mempunyai zat gizi yaitu PK: 36,80%, Lemak: 1,4%, sebagai sumber protein yang di sukai oleh ternak.

j.         Gamal (Gliricidia sepium)
Gamal adalah sejenis legum yang mempunyai ciri-ciri tanaman berbentuk pohon, warna batang putih kecoklatan, perakaran kuat dan dalam (Syarief, 1986). Gamal merupakan leguminosa berumur panjang, tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan dengan temperatur suhu antara 20 – 30 oC dengan ketinggian tempat antara 750 – 1200 m. Tanaman ini mampu hidup di daerah kering dengan curah hujan 750 mm/thn dan tahan terhadap genangan.
 Kandungan nutrisi gamal :
No.
Jenis bahan
BK%
PK%
LK%
SK%
TDN%
1.       
Gliricida / gamal
90,1
22,7
4
13,3
75

k.      Rumput gajah (Pennisetum purpureum)
Rumput Gajah (Inggris: elephant grass, naper grass, Uganda grass; Latin: pennisetum purpureum) adalah rumput bernutrisi tinggi berukuran besar yang biasanya dipakai sebagai pakan ternak seperti sapi, kambing, gajah, dll. Rumput gajah banyak dibudidayakan di Afrika karena ketahanannya terhadap cuaca panas.
Karakteristik morfologi rumput gajah adalah tumbuh tegak lurus, merumpun lebat, tinggi tanaman dapat mencapai 7 meter, berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan berbunga seperti es lilin. Rumput gajah tumbuh subur di permukaan tanah dengan ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut.
Kandungan zat gizi rumput gajah terdiri dari :
-19,9% bahan kering;
- 10,2 % protein kasar;
-1,6% lemak;
- 34%,2 serat kasar;
-11,7% abu; dan
- 42,3% bahan esktrak tanpa nitrogen.



3. PENUTUP
3.1  kesimpulan
     dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa bahan pakan yang mengandung sumber protein yaitu : bungkil kopra, bungkil kedelai, lamtoro, gamal. Dan yang mengandung sumber energi yaitu : dedak padi, jagung, pollard, menir, bekatul, rumput gajah, tebon jagung. Dan juga menggunakan uji organoleptik dengan  cara pengujian dengan menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap produk.






















DAFTAR PUSTAKA