LAPORAN
PRAKTIKUM FORMULASI PAKAN
UJI
ORGANOLEPTIK BAHAN PAKAN
|
|
|
|
Disusun
oleh:
NUR HABIBAH
NIM
C31132228
PROGRAM STUDI PRODUKSI
TERNAK
JURUSAN PETERNAKAN
POLITEKNIK
NEGERI JEMBER
2016
1.
TINJAUAN
PUSTAKA
1.1
BAHAN PAKAN
Bahan pakan adalah segalah sesuatu
yang dapat diberikan kepada ternak baik yang berupa bahan organik maupun
anorganik yang sebagian atau semuanya dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan
ternak tersebut.
Bahan
pakan terdiri dari bahan organik dan anorganik. Bahan organik yang terkandung
dalam bahan pakan, protein, lemak, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen,
sedang bahan anorganik seperti calsium, phospor, magnesium, kalium, natrium.
Kandungan bahan organik ini dapat diketahui dengan melakukan analisis proximat
dan analisis terhadap vitamin dan mineral untuk masing masing komponen vitamin
dan mineral yang terkandung didalam bahan yang dilakukan di laboratorium dengan
teknik dan alat yang spesifik. (Anonim a, 2009).
Menurut (Anonim a 2008) bahan
dibagi menjadi dua bagian yaitu bahan pakan konvensional dan bahan pakan
subtitusi
Bahan pakan konvensional adalah
bahan baku yang sering digunakan dalam pakan yang biasanya mempunyai kandungan
nutrisi yang cukup (misalnya Protein) dan disukai ternak. Bahan pakan
konvensional merupakan bahan makro , serta jagung, bungkil
kedelai,gandung,tepung ikan dan bahan lainnya.
Bahan baku yang berasal dari
bahan yang belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan dari hasil ikutan industri
agro atau peternakan dan perikana. pakan dari kandungan nutrisinya masih
memadai untuk diolah menjadi pakan. Bahan pakan ini biasanya berasal dari
ikutan industri agro atau peternakan dan perikanan.
1.2
UJI ORGANOLEPTIK
Adapun
uji yang digunakan adalah uji Organoleptik, yang merupakan pengujian terhadap bahan makanan berdasarkan kesukaan dan
kemauan untuk mempegunakan suatu produk. Uji Organoleptik atau uji
indera atau uji sensori sendiri merupakan cara pengujian dengan menggunakan
indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan terhadap
produk. Pengujian organoleptik mempunyai peranan penting dalam penerapan mutu.
Pengujian organoleptik dapat memberikan indikasi kebusukan, kemunduran mutu dan
kerusakan lainnya dari produk.
Adapun syarat-syarat yang harus ada dalam uji
organoleptik adalah adanya contoh (sampel), adanya panelis, dan pernyataan
respon yang jujur. Dalam penilaian bahan pangan sifat yang menentukan diterima
atau tidak suatu produk adalah sifat indrawinya.Penilaian indrawi ini ada enam
tahap yaitu pertama menerima bahan, mengenali bahan, mengadakan klarifikasi
sifat-sifat bahan, mengingat kembali bahan yang telah diamati, dan menguraikan
kembali sifat indrawi produk tersebut.
Dalam Uji organoleptik harus dilakukan dengan
cermat karena memiliki kelebihan dan kelemahan. Uji organoleptik memiliki
relevansi yang tinggi dengan mutu produk karena berhubungan langsung dengan
selera konsumen.Selain itu, metode ini cukup mudah dan cepat untuk dilakukan,
hasil pengukuran dan pengamatannya juga cepat diperoleh.Dengan demikian, uji
organoleptik dapat membantu analisis usaha untuk meningkatkan produksi atau
pemasarannya. Uji organoleptik juga memiliki kelemahan dan keterbatasan akibat
beberapa sifat indrawi tidak dapat dideskripsikan.Manusia merupakan panelis
yang terkadang dapat dipengaruhi oleh kondisi fisik dan mental, sehingga
panelis dapat menjadi jenuh dan menurun kepekaannya.Selain itu dapat terjadi
pula salah komunikasi antara manajer dan panelis.
Pengujian organoleptik meliputi :
1.
Warna
2.
Tekstur
3.
bau
2. HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1 Beberapa bahan pakan ternak
Hijauan segar adalah semua bahan
pakan yang diberikan kepada ternak dalam bentuk segar, baik yang dipotong
terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh
ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari
rumput-rumputan, tanaman bijibijian / jenis kacang-kacangan (Anonim, 2009).
Hasil pengamatan organoleptik terhadap beberapa jenis bahan pakan yang
menjadi sumber energi :
|
No.
|
Organoleptik
|
|||
|
|
Bahan pakan
|
Warna
|
Tekstur
|
Bau
|
|
1.
|
Kopra
|
Coklat tua
|
Kasar
|
Berbau tengik
|
|
2.
|
Dedak padi
|
Coklat
|
Kasar
|
Berbau apek
|
|
3.
|
Pollard
|
Coklat muda
|
Kasar
|
Khas polard
|
|
4.
|
Bekatul
|
Cream
|
Halus
|
Khas bekatul
|
|
5.
|
Menir
|
Putih pucat
|
Butiran kasar
|
Apek
|
|
6.
|
Jagung
|
orange
|
Butiran kasar
|
Khas jagung
|
|
7.
|
Bungkil kedelai
|
Coklat muda
|
Kasar
|
Tengik
|
|
8.
|
Tebon jagung
|
Hijau kekuningan
|
kasar
|
Khas jagung
|
|
9.
|
Lamtoro
|
Hijau tua
|
Halus
|
Khas petai
|
|
10.
|
Glirisida
|
Hijau
|
Halus
|
Pahit menyengat
|
|
11.
|
Rumput gajah
|
Hijau
|
Kasar
|
Khas rumput gajah
|
a. Bungkil kelapa/ kopra
Bungkikelapa dihasilkan dari
limbah pembuatan minyak kelapa. Bungkil kelapa dapat digunakan sebagai salah
satu penyusun ransum pakan ternak karena memiliki kandungan protein yang cukup
tinggi mencapai 21,5 % dan energi metabolis 1540 - 1745 Kkal/Kg. Tetapi bungkil
kelapa memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi mencapai 15%, sehingga mudah
rusak terkontaminasi jamur dan tengik. Oleh karena itu penggunaan bungkil
kelapa dianjurkan tidak melebihi 20% sebagai penyusun ransum. Bungkil kelapa
memiliki warna coklat, coklat tua, dan coklat muda.
Berikut adalah kandungan nutrisi dari kopra :
|
No.
|
Jenis bahan
|
BK%
|
PK%
|
LK%
|
SK%
|
TDN%
|
|
1.
|
Bungkil kopra
|
90.557
|
27.597
|
11.216
|
6.853
|
75.333
|
b.
Dedak padi
Dedak
padi merupakan bagian kulit ari beras pada waktu dilakukan proses pemutihan
beras. Dedak padi digunakan sebagai pakan ternak, karena mempunyai kandungan
gizi yang tinggi, harganya relatif murah, mudah diperoleh, dan penggunaannya
tidak bersaing dengan manusia. Menurut (Schalbroeck, 2001), Dedak padi
merupakan bahan pakan yang telah digunakan secara luas oleh sebagian peternak
di Indonesia.
Kandungan nutrisi dalam dedak padi :
|
No.
|
Jenis bahan
|
BK%
|
PK%
|
LK%
|
SK%
|
TDN%
|
|
1.
|
dedak padi
|
91,267
|
9,960
|
2,320
|
18,513
|
55,521
|
c. Dedak gandum/pollard
Pollard merupakan limbah dari penggilingan gandm menjadi terigu. Angka
konversi pollard dari bahan baku sekitar 25-26%. Pollard merupakan pakan yang
popular dan penting pada pakan ternak karena palatabilitasnya cukup tinggi.
Pollard tidak mempunyai
antinutrisi, tetapi penggunaan pollardperlu dibatasi mengingat adanya sifat
pencahar yang ada pada pollard. Karena adanya sifat pencahar tersebut, maka
pollard akan bernilai sangat baik apabila diberikan ada ternak-ternak dara.
Pollard
merupakan salah satu pakan ternak yang popular dan nilai produksi yang
dihasilkan nampaknya lebih besar daripada yang diperkirakan dari kandungan
protein dan kecernaan nilai zat makanannya. Pemberian pollard biasanya dicampur
dengan butiran dan dengan pakan yang kaya akan protein seperti bungkil-bungkilan.
Pollard mempunyai nilai yang tinggi ketika dipakai lebih dari seperempat bagian
konsentrat.
Berikut kandungan
nutrisi pada dedak gandum/pollard
|
No.
|
Jenis bahan
|
BK%
|
PK%
|
LK%
|
SK%
|
TDN%
|
|
1.
|
Polard
|
89,567
|
16,412
|
4,007
|
5,862
|
74,828
|
d.
Bekatul
Bekatul adalah lapisan kulit ari dari butir padi, lapisan yang menyelimuti
endosperma banyak orang yang mengenalnya dengan sebutan dedak. Selama ini
Bekatul selalu diabaikan, setelah menggiling padi Bekatul akan dibuang atau
dijadikan makanan ternak.
Bekatul bisa berasal dari kulit
beras, jagung, gandum, dan barley. Teksturnya kasar dan seperti bersisik saat
masih menempel di kulit beras. Meskipun Bekatul juga dimakan oleh hewan ternak,
juga punya manfaat yang besar untuk kesehatan. Kandungan seratnya yang tinggi
dapat menjaga kesehatan pencernaan.
Kandungan nutrisi yg terdapat didalam bekatul
:
Bekatul
Beras mengandung energi sebesar 275 kilokalori, protein 12,6 gram, karbohidrat
54,6 gram, lemak 14,8 gram, kalsium 32 miligram, fosfor 2000 miligram, dan zat
besi 14 miligram. Selain itu di dalam Bekatul Beras juga terkandung
vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,82 miligram dan vitamin C 0
miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100
gram Bekatul Beras, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %.
e.
Menir
Beras menir adalah patahan atau
pecahan beras dari hasil gilingan padi. Biasanya menir neras digunakan untuk
bahan baku bubur, lontong, ketupat, tepung beras, makanan bebek, dsb. Karena
harganya lebih efisien dibandingkan beras utuh
|
BK 88,95%;
PK 9,12%;
SK 1,57%;
Lemak 24,96%
f.
Jagung
Jagung merupakan tanaman semusim dengan siklus
hidup 80-150 hari. Pada umumnya tinggi tanaman jagung mencapai 1-3m bahkan ada
yang mencapai 6m. jagung meerupakan energi utama bagi ternak karena kandungan
pati jagung lebih dari 60-80% dan mudah dicerna karena kandungan serat
kasar relatif rendah. Pati jagung berbentuk amilosa amilopektin. Jagung
mengandung xantofil yang berguna untuk meningkatkan kepekatan warna kuning pada
kaki ayam dan kuning telur. Kandungan lemak jagung lebih tinggi 3% disbanding
sorgum, gandum, gaplek dan beras. Protein pada jagung hanya 8,5%.
Kandungan gizi
dalam 100 gr jagung adalah sebagai berikut :
–
Kalori
: 355 kal
–
Protein
: 9,2 gr
–
Lemak
: 3.9 gr
–
Karbohidrat : 73,7
gr
–
Kalsium
: 10 mg
–
Posfor
: 256 mg
–
Besi
: 2,4 mg
–
Vitamin A
: 510 SI
–
Vitamin B1 :
0,38 mg
–
Air
: 12 gr
g.
Bungkil kedelai
Bungkil kedelai merupakan hasil ikutan atau bahan yang tersisa setelah kedelai diolah dan diambil
minyaknya. Bungkil kedelai merupakan surnber protein yang baik bagi ternak. Kandungan nutrisi bungkil kedelai
sekitar :
|
NO.
|
Jenis bahan
|
BK%
|
PK%
|
LK%
|
SK%
|
TD%
|
|
1.
|
Bungkil kedelai
|
89,413
|
52,075
|
1,011
|
25,528
|
40,265
|
yang merupakan salah satunya adalah sumber protein
yang amat bagus sebab keseimbangan asam amino yang terkandung didalamnya cukup lengkap dan tinggi.
Asam amino yang tidak terkandung dalam protein bungki kedelai adalah metionin dan sistein, yaitu asam amino yang biasanya ditambahkan pada pakan campuran jagung-kedelai. Tetapi bungkil kedelai memiliki kandungan lisin dan triptofan yang tinggi sehingga dapat melengkapi defisiensi pada protein jagung dan memberikan
kebutuhan asam amino esensial bagi tenak.
h.
Tebon
jagung (zea mays)
Tebon jagung adalah seluruh
tanaman jagung termasuk batang, daun dan buah jagung muda yang umumnya dipanen
pada umur tanaman 45 – 65 hari. Ada juga yang menyebut tebon jagung
tanpa memasukkan jagung muda ke dalamnya. Biasanya petani jagung seperti ini
bekerja sama dengan peternak besar, petani hanya menanam jagung sebagai hijauan
dan pada umur tertentu (masih dalam tahap baru berbuah atau tahap buah muda)
seluruh tanaman jagung dipangkas dan dicacah untuk diberikan langsung ke ternak
dan atau dimasukkan ke dalam tempat tertutup untuk dibuat silase (Soeharsono
dan Sudaryanto, 2006). Perlu diketahui terlebih dahulu kandungan apa saja yang
terdapat pada pakan yang biasa dipakai oleh peternak rakyat. Berikut ini adalah kandungan yang terdapat dalam tebon jagung :
|
No.
|
Jenis bahan
|
BK %
|
PK %
|
LK %
|
SK %
|
TDN %
|
|
Tebon jagung 56-70
|
92,2
|
9,9
|
1,9
|
29,6
|
54,3
|
|
|
Tebon jagung 99-112
|
91,3
|
9,2
|
2,3
|
25,7
|
49,6
|
|
|
3.
|
Tebon jagung 34-56
|
91,1
|
10,7
|
2,1
|
30,5
|
59
|
BK= Berat Kering
PK= Protein Kasar
SK=Serat Kasar
LK=Lemak Kasar
TDN=total digestible nutrients(Kecernaan nutrisi bahan total)
PK= Protein Kasar
SK=Serat Kasar
LK=Lemak Kasar
TDN=total digestible nutrients(Kecernaan nutrisi bahan total)
i.
Lamtoro (Leucaena leucocephala)
Leucaena leucocephala atau lamtoro merupakan leguminosa yang berasal dari
Amerika tengah, Amerika selatan dan Kepulauan Pasifik. Lamtoro dapat tumbuh
pada daerah dataran rendah sampai dengan 500 m di atas permukaan air laut
dengan curah hujan lebih dari 760 mm/th (Soedomo, 1985). Lamtoro merupakan
jenis daun mejemuk menyirip genap ganda dua dengan sempurna, dikatakan menyirip
karena tata letak anak tangkai daunnya menyirip sedangkan dikatakan ganda dua
karena anak daunnya duduk pada cabang tingkat satu dari ibu tangkai dan
dikatakan genap karena anak daun duduknya berpasangan dengan anak daun yang
lain.
Kandungan
nutrisi lamtoro :
prtotein
kasar (PK) : 38,58%, bahan kering (BK) : 29,66%, lemak: 3,50%, serat kasar (SK)
: 11,96%, BETN: 46,01%, Abu: 7,79%, Mineral:7,98%,EM:19,67kkal.
Siregar (1996) menyatakan bahwa, hijauan lamtoro memiliki kandungan zat gizi seperti PK: 24,2%, BK: 24,8%, lemak: 3,7%, SK: 21,5%, dan BETN: 43,1%. Sedangkan Polo (1985) menyatakan bahwa toleransia berbagai jenis ternak terhadap lamtoro adalah berkisar antara 40-60%. Lamtoro mempunyai zat gizi yaitu PK: 36,80%, Lemak: 1,4%, sebagai sumber protein yang di sukai oleh ternak.
Siregar (1996) menyatakan bahwa, hijauan lamtoro memiliki kandungan zat gizi seperti PK: 24,2%, BK: 24,8%, lemak: 3,7%, SK: 21,5%, dan BETN: 43,1%. Sedangkan Polo (1985) menyatakan bahwa toleransia berbagai jenis ternak terhadap lamtoro adalah berkisar antara 40-60%. Lamtoro mempunyai zat gizi yaitu PK: 36,80%, Lemak: 1,4%, sebagai sumber protein yang di sukai oleh ternak.
j.
Gamal (Gliricidia sepium)
Gamal
adalah sejenis legum yang mempunyai ciri-ciri tanaman berbentuk pohon, warna
batang putih kecoklatan, perakaran kuat dan dalam (Syarief, 1986). Gamal
merupakan leguminosa berumur panjang, tanaman ini dapat beradaptasi dengan baik
pada lingkungan dengan temperatur suhu antara 20 – 30 oC dengan ketinggian
tempat antara 750 – 1200 m. Tanaman ini mampu hidup di daerah kering dengan
curah hujan 750 mm/thn dan tahan terhadap genangan.
Kandungan nutrisi gamal :
|
No.
|
Jenis bahan
|
BK%
|
PK%
|
LK%
|
SK%
|
TDN%
|
|
1.
|
Gliricida / gamal
|
90,1
|
22,7
|
4
|
13,3
|
75
|
k.
Rumput gajah (Pennisetum
purpureum)
Rumput
Gajah
(Inggris: elephant grass, naper grass, Uganda grass; Latin: pennisetum purpureum) adalah rumput
bernutrisi tinggi berukuran besar yang biasanya dipakai sebagai pakan ternak
seperti sapi, kambing, gajah, dll. Rumput gajah
banyak dibudidayakan di Afrika karena ketahanannya terhadap cuaca panas.
Karakteristik morfologi rumput gajah adalah
tumbuh tegak lurus, merumpun lebat, tinggi tanaman dapat mencapai 7 meter,
berbatang tebal dan keras, daun panjang, dan berbunga seperti es lilin. Rumput gajah tumbuh
subur di permukaan tanah dengan ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut.
Kandungan zat gizi rumput gajah
terdiri dari :
-19,9% bahan kering;
- 34%,2 serat kasar;
-11,7% abu; dan
3. PENUTUP
3.1 kesimpulan
dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa ada
beberapa bahan pakan yang mengandung sumber protein yaitu : bungkil kopra, bungkil
kedelai, lamtoro, gamal. Dan yang
mengandung sumber energi yaitu : dedak padi, jagung, pollard, menir, bekatul, rumput
gajah, tebon jagung. Dan juga menggunakan uji organoleptik dengan cara pengujian dengan
menggunakan indera manusia sebagai alat utama untuk pengukuran daya penerimaan
terhadap produk.
DAFTAR PUSTAKA